Sungai Progo

Sungai Elo
January 26, 2017
Serunya Rafting
January 26, 2017

Sungai Progo

DARI sekian banyak wisata ekstrim, mungkin rafting adalah yang paling banyak penggemarnya. Sensasi mengarungi sungai berarus deras mampu memacu adrenalin siapa pun yang mencobanya.

Yogyakarta yang selama ini menjadikan wisata sebagai salah satu sektor andalannya malah belum memiliki wahana rafting. Para wisatawan yang ingin melakukan rafting, destinasi terdekat dari Yogyakarta adalah Sungai Elo yang berada di kabupaten Magelang.

Tetapi sejak awal Juni 2016 ini Yogyakarta sudah memiliki wahana rafting. Adalah Cahyo Alkantana, pelaku wisata ekstrim yang sebelumnya mengelola obyek wisata Gua Jomblang yang berinisiatif mendirikan operator rafting bernama Top Rafting. Cahyo Alkantana memilih sungai Progo sebagai lokasi rafting.

“Meski Sungai Progo dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat yang keramat dan angker, tetapi hal tersebut tidak menghalangi kami mengembangkannya menjadi obyek wisata yang menarik,” ujarnya.

Meski tidak populer sebagai tempat rafting, tetapi sungai ini sebenarnya telah cukup sering ditaklukan oleh mereka para penggemar rafting. Dibandingkan dengan sungai-sungai di wilayah Jawa, Progo adalah salah satu yang paling menantang.

Dikatakan Cahyo, sungai Progo memiliki jeram dari kelas III sampai V (dari enam kelas jeram yang ada), khususnya di penggal bendungan Ancol Bligo, hingga jembatan Dekso.

“Meskipun memiliki jeram hingga kelas V tetapi jalur ini aman diarungi karena penggunaan dayung oars,” ungkap Cahyo.

Dayung oars sendiri adalah dua buah dayung panjang yang digunakan oleh pemandu arung jeram yang berada di bagian belakang kapal.

Dayung yang memiliki panjang masing-masing 2,5 meter tersebut memudahkan pemandu untuk mengarahkan kapal karet. Tidak semua sungai di Indonesia bisa menggunakan oars untuk arung jeram.

Bahkan sebelum hadir di sungai Progo, metode arung jeram ini baru digunakan di dua sungai di dunia, yakni Sungai Colorado di Amerika Serikat dan Sungai Zambezi di Zimbabwe-Zambia.

Karena dayungnya yang begitu penjang, maka arung jeram menggunakan oar ini hanya bisa digunakan di sungai yang lebar, seperti Progo.

Jalur rafting yang disediakan Top Rafting ini memiliki jarak sekitar 10 kilometer. Terdapat setidaknya lima jeram yang besar yang pasti akan memacu adrenalin setiap pengunjung. Di luar itu terdapat belasan jeram yang tidak kalah menantang.

“Karakteristik jeram di Progo ini wave-nya sangat besar dan menantang. Dalam satu jeram rata-rata memiliki lima hole (hole adalah bentukan arus yang tertahan rintangan batu menyebabkan arus putar seperti roda), dan tidak semua sungai memilikinya,” tambah Cahyo.

Tidak hanya jeram yang menantang, Anda juga akan disuguhi pemandangan alam yang masih asri, dengan latar perbukitan Monoreh. Di salah satu spot terdapat air terjun yang cukup tinggi dan mempercantik rute arung jeram.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Titik start rafting di Sungai Progo, Yogyakarta.
Untuk menyelesaikan rute arung jeram ini dibutuhkan waktu sekitar dua jam yang berakhir di basecamp Top Rafting yang berada kawasan Kreo, Desa Kebon Agung, Kecamatan Minggir, Kabutapen Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi jeram hingga kelas V tetapi tetap aman, Anda perlu merogoh kocek sebesar Rp 450.000 per orang. Setiap kapal bisa diisi dua hingga empat orang.
Selain pemandu arung jeram yang berada di bagian belakang, di setiap kapalnya juga terdapat pemandu di bagian depan yang akan siap membantu dan menjadi guide selama perjalanan.

Setiap orang yang mengikuti petualangan arung jeram ini akan diasuransikan untuk mangantisispasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami membidik wisatawan yang berwisata ke Borobudur, karena dari candi tersebut untuk sampai lokasi arung jeram hanya berjarak 15 menit perjalanan, dan dari pusat kota Yogyakarta hanya sekitar 24 kilometer,” pungkas Cahyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *